Menikah Dengan Pria yang Usianya Jauh Lebih Tua? Ini Pertimbangan Plus Minusnya

Menikah Dengan Pria yang Usianya Jauh Lebih Tua? Ini Pertimbangan Plus Minusnya

RumahNKRI – Umumnya jarak usia antar pasutri yang terpisah 10 tahun masih dianggap wajar oleh masyarakat. Maka tak mengherankan apabila keputusan yang diambil seorang wanita untuk menikah dengan pria yang usianya terpaut jauh lebih tua seringkali menjadi perbincangan mulut-mulut usil. Padahal sebetulnya tidak ada batasan yang jelas mengenai perbedaan usia yang mutlak dan ideal untuk menjalin sebuah hubungan. Terlepas dari usia, ada banyak pertimbangan lain yang membuat seorang wanita mau menikah dengan pria lebih tua. Apa saja?

Yang menanti dalam hidup baru Anda sebagai pendamping hidup laki-laki yang jauh lebih tua

1. Lebih berpengalaman dalam hidup

Semakin bertambahnya umur, biasanya akan membuat seseorang semakin dewasa. Anda yang memilih menikah dengan pria lebih tua tidak perlu ragu lagi soal sandaran hati dan prinsip hidup, karena pria paruh baya memiliki pola pikir yang pemikiran yang lebih dewasa dan bijak sehingga mampu memberikan kenyamanan dan rasa aman.

Mereka tidak menyukai konflik sepele ataupun marah-marah tidak jelas. Mereka cukup pandai bersikap dan mengatur emosi maupun suasana hati mereka. Mereka juga cenderung lebih jarang menuntut banyak, karena mereka melihat dunia dengan pandangan yang lebih realistis.

Bukan hanya itu, pria dewasa juga berhati-hati dalam menentukan pilihannya. Pasalnya mereka sudah cukup banyak makan asam garam kehidupan entah itu dalam karirnya, pengetahuan, atau pengalaman hidupnya. Oleh karena itu, mereka juga bisa menjadi sosok “ayah” yang dapat memberikan nasihat atau wejangan terkait masalah yang sedang Anda hadapi ataupun sekadar berbagi cerita.

2. Secara finansial lebih aman

Pada umumnya, Anda tidak perlu terlalu khawatir mengenai masalah finansial jika memutuskan untuk menikah dengan pria yang usianya jauh lebih tua. Kebanyakan dari mereka sudah memiliki karir dan keuangan yang mapan, oleh karena itu juga mampu untuk menghidupi tanggungan lainnya.

Namun, tentu bukan berarti Anda menikahinya hanya tergiur oleh godaan limpahan materi semata supaya Anda tidak perlu lagi repot memikirkan cicilan apartemen atau mobil. Anda harus ingat bahwa apa yang mereka miliki saat ini karena pria seperti mereka adalah pria yang cerdas dan bekerja keras.

3. Lebih romantis

Banyak wanita yang memilih pasangan yang lebih tua karena dianggap lebih berkomitmen, lebih setia, lebih sabar, lebih stabil secara emosional, dan paham benar cara memperlakukan seorang wanita dengan baik yang bisa membuat Anda merasa dicintai.

Diulik dari sudut pandang si pria, mereka merasa nyaman dengan wanita yang lebih muda karena perempuan yang dinikahinya mampu memunculkan rasa ‘kembali muda’. Itulah mengapa kebanyakan pria usia matang siap sedia untuk membanjiri pasangannya dengan hal-hal yang romantis. Diyakini, pria dengan usia yang sudah lebih matang juga akan lebih serius untuk membina hubungan dengan wanita pilihannya.

Siap-siap dengan tiga hal ini jika Anda ingin menikah dengan pria lebih tua

1. Mungkin merasa agak canggung

Tidak semua orang kadang bisa menerima pemandangan “wanita muda menikah dengan pria paruh baya” dengan pemikiran yang positif. Perbedaan budaya juga bisa memengaruhi penilaian masyarakat tentang wajar atau tidaknya jarak usia sepasang suami istri.

Oleh karena itu, bersiaplah dengan cibiran dan tatapan aneh dari orang-orang sekitar ketika Anda memutuskan menikah dengan pria lebih tua. Meski demikian, usahakan untuk tidak terlalu mengkhawatirkan pendapat orang lain. Selama Anda berdua tulus saling mencintai dan pernikahan Anda tidak didasari oleh paksaan dan tidak melanggar hukum, tidak masalah.

2. Mendominasi hubungan

Semakin lama seseorang hidup di dunia, semakin banyak asam garam kehidupan yang telah dilaluinya. Banyaknya pengalaman hidup ini sedikit banyak memengaruhi kuatnya karakter seseorang. Namun, hal ini bisa berubah menjadi dominasi dalam sebuah hubungan. Tidak mengherankan jika pria lebih memegang kendali, dari hal-hal kecil seperti menentukan tempat makan hingga hal-hal besar seperti menentukan karier pasangannya.

Sikap ini lalu sering dikaitkan dengan sifat posesif yang juga bisa menghantui hubungan Anda. Pria yang mendominasi percaya bahwa wanita harus mengikuti dan menjalankan sesuatu sesuai caranya demi kebaikan bersama. Apalagi jika Anda tidak komplain terhadap dominasi suami, kondisi ini tentu kurang ideal untuk masa depan sebuah hubungan.

3. Masalah seks dan keturunan

Merencanakan kehamilan dengan pasangan laki-laki yang sudah cukup berumur memiliki risikonya tersendiri. Setelah usia 35 tahun, kesuburan pria cenderung menurun sehingga Anda mungkin relatif lebih sulit hamil.

Meski pada usia 70 atau bahkan 80 tahun sekalipun laki-laki masih bisa dan mungkin mempunyai anak, namun tetap membutuhkan waktu lebih panjang untuk bisa membuahi pasangannya. Bahkan hingga bisa bertahun-tahun.

Hal ini dilatarbelakangi berbagai kondisi terkait penuaan, seperti penurunan hormon testosteron dan kualitas sperma, masalah seksual seperti disfungsi ereksi dan sulit orgasme, hingga peningkatan risiko kondisi medis tertentu seperti diabetes yang dapat memengaruhi kualitas hubungan seksual dan pada akhirnya peluang kesuburan.

Jarak umur wanita pun juga bisa memengaruhi. Dengan berasumsi berapapun umur perempuan, peluang perempuan untuk cepat hamil dilaporkan lebih kecil ketika pasangannya 5 tahun lebih tua dibandingkan ketika pasangannya mempunyai umur yang sama.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*